Kamis, 14 Mei 2015

DEFINISI INTERNASIONAL BIDAN

DEFINISI INTERNASIONAL BIDAN

Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan kebidanan, yang seharusnya diakui di negaratempatnyan berada, berhasil menjalankan program studinya di bidang kebidanan dan memenuhi kualifikasiyang diperlukan untuk dapat terdaftar dan/ atau izin resmi untuk melakukan praktek kebidanan.
Ia harus dapat memberikan supervise, perawatan dan saran yang diperlukan kepada ibu selama periode kehamilan, persalinan dan pascapartum, membantu kelahiran sebagai tanggung jawabnya, dan merawat bayi serta bayi baru lahir. Perawatan ini mencakup tindakan preventif, deteksi keadaan abnormal pada ibu dan anak, upaya mendapatkan bantuan medis dan pelaksanaan tindakan kedaruratan bila bantuan medis tidak tersedia. Bidan memiliki tugas penting dalam hal konseling dan penyuluhan kesehatan tidak hanya bagi ibu tetapi juga keluarga dan komonitas, tugas tersebut harus meliputi penyuluhan antenatal dan persiapan menjadi orang tua dan dikembangkan sampai area tertentu, sepeti: ginekologi, keluarga berencana dan perawat anak. Bidan bias praktek dirumahsakit, klinik, unit kesehatan, di rumah dan layanan lainnya.


B. PROFESI DAN PROFESIONAL BIDAN


Secara umum, profesi merupakan pekerjaan yang memiliki pengetahuan khusus, melaksanakan peranan bermutu, melaksanakan cara yang disepakati, merupakan ideologi, terikat pada kesetiaan yang diyakini dan melalui pendidikan perguruan tinggi. Profesi sebagai suatu pekerjaan dalam melaksanakan tugasnya memerlukan tehnik dan prosedur, dedikasi, sert peluang lapngan pekerjaan yang berorientasi pada pelayanan, memiliki kode etik yang mengarah pada orang atau subyek. (Atik Purwandari;2008)
Profesi dapat pula diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya. Keahlian tadi diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (inservice training)(Djam’an Satori, dkk;2008;1,5).
2
Mengenai ciri-ciri jabatan tersebut sebagai profesi, beberapa ciri-ciri yang di berikan adalah sebagaimana diuraikan oleh Atik Purwandari meliputi:
  1. Bersifat unik
  2. Dikembangkan dengan teliti
  3. Mempunyai wadah organisasi
  4. Pekerjaan yang mempunyai kode etik
  5. pekerjaan yang mendapat imbalan jasa
  6. pekerjaan yang dilaksanakan olehorang yang memiliki profesi tersebut
Menurut Djam’an Satori, dkk cirri-ciri profesi adalah sebagai berikut:
  1. Ada standar untuk kerja yang baku dan jelas
  2. Ada lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan pelakunya dengan program dan jenjang pendidikan yang baku
  3. Ada organinisasi profesi yang mewadahi para pelakunya
  4. Ada etika dan kode etik yang mengatur pelaku etikpara anggotanya dalam memperlakukan kliennya
  5. Ada sitem imbalan jasa pelayanan yang adil dan baku
  6. Ada pengakuan masyarakat terhadap pekerjaan itu sebagai profesi
Ciri-ciri profesi lainnya menurutOmstein dan Levine adalah:
  1. Melayani masyarakat, merupakan karier yang dilaksanakan sepanjang hayat
  2. Memerlukan bidang ilmu dan ketrampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai
  3. Menggunakan hasil, penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek
  4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
  5. Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( memerlukan izin tertentu)
  6. Otonomi dalam mengambil keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu
  7. menerima tanggung jawab terhadapkeputusan yang diambil dan untuk kerja yang ditampilkan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
  8. mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan yang diberikan
  9. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya

3
11. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok elite untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya
12. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
13. mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari public dan kepercayaan dari setiap anggotanya
14. Mempunyai status social dan ekonomi yang tinggi ( bila dibanding dengan jabatan lain)
Pengertian profesional menunjuk 2 hal, yaitu orang yang menyandang suatu profesi dan penampilanseseorang dalam melakukan pekerjaannyayang sesui dengan profesinya. Dalamm pengertian kedua ini, istilah professional dikontraskan dengan “nonprofessional” atau “amatir”. Dalam kegiatan sehari-hari orang professional melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, jadi tidak asal tahu saja. Selanjutnya Walter Johnson(1956) mengartikan petugas professional sebagai “….seseorang yang menampilkan suatu tugas khusus yang memiliki tingkat kesulitan lebih dari biasa dan mempersyaratkan waktu persiapan dan pendidikan cukup lama untuk menghasilkan pencapaian kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan yang berkadar tinggi”(Djam’an Satori,dkk;2008)
Profesional juga dapat diartikan sebagai pemberi pelayanan sesui dengan ilmu yang dimiliki dan manusiawi secara penuh/utuh tanpa mementingkan kepentingan pribadi melainkan mementingkan kepentingan klien serta menghargai klien sebagaimana menghargai diri sendiri.


Seorang anggota profesi dan melakukan pekerjaannya haruslah professional. Setiap anggota profesi baik secara sendiri-sendiri atau dengan cara bersama melalui wadah organisasi profesi dapat belajar, untuk mendalami pekerjaan yang sedang disandangnya dan belajar dari masyarakat apa yang menjadi kebutuhan mereka saat ini dan saat yang akan datang sehingga pelayanan kepada pemakai ( klien) akan semakin meningkat


Bidan adalah salah satu profesi tertua. Bidan terlahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan bayinya sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan bekerja berdasarkan filosifi yang dianut keilmuan, metode kerja, standar praktek, pelayanan dan kode etik profesi yang dimiliki. Suatu jabatan profesi yang disandang oleh anggota profesi tentu mempunyai
ciri-ciri yang mampu menunjukkan sebagai jabatan yang professional.


 Ciri-ciri jabatan professional adalah:
  1. Pelakunya secara nyata dituntu cakap dalam bekerja, memiliki keahlian sebagai tugaskhusus serta tuntutan jenis jabatannya (cenderung spesialis)
  2. Kecakapan atau keahlian seorang pekerja professional bukan hasil pembiasaan atau latihan rutinyang terkondisi, tetapi perlu memiliki wawasan keilmuan yang mantap. Jabatan professional menuntut pendidikan.
  3. Pekerja professional dituntu berwawasan luas sehingga pilihan jabatan atau kerjanya harus disadari dengan nilai-nilai tertentu sesuai jabatan profesinya. Pekerja professional bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, bermotivasi danberusaha berkarya sebaik baiknya.
  4. Jabatan professional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat atau negaranya. Jabatan professional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya. Ini menjamin kepantasan berkaryadan sekaligus merupakan tanggung jawab professional.
Bidan sebagai tenaga professional termasuk rumpun kesehatan. Untuk menjadi jabatan professional, bidan harus mampu menunjukkan ciri-ciri jabatan professional, yaitu:
  1. Memberi pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
  2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan masyarakat
  4. Mempunyai peran dan fungsi yang jelas
  5. Mempunyai kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah
  6. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
  7. Memiliki kode etik bidab
  8. Memiliki etika bidan
  9. Memiliki standar pelayanan
10. Memiliki standar praktek
11. Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan mengembangkan profesi sebagai kebutuhan masyarakat.
12. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi
Sebagai bidan professional, selain memiliki syarat-syarat jabatan professional bidan juga dituntut memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
  1. Menjaga agar pengrtahuannya tetap up to date terus mengembangkan ketrampilan dan kemahiran agar bertambah luas serta mencakup semua aspek peran seorang bidan
  2. Mengenali batas-batas pengetahuan, ketrampilan pribadinya dan tidak berupaya melampaui wewenangnya dalam praktek klinik
  3. Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan serta konsekuensi dari keputusan tersebut
  4. Berkomunikasi dengan pekerja kesehatan lainnya (bidan, dokter dan perawat) dengan rasa hormat dan martabat
  5. Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit pendukung untuk memastikan system rujukan yang optimal
  6. Melaksanakan kegiatan pemantauan mutu yang mencakup penilaian sejawat, pendidikan berkesinambungan, mengkaji ualang kasus audit maternal/ perinatal
  7. Bekerjasama dengan  masyarakat tempat bidan praktek, Meningkatkan akses dan mutu asuhan kebidanan
  8. Menjadi bagian dari upaya meningkatkan status wanita, kondisi hidup mereka dan menghilangkan praktek kultur yang sudah terbukti merugikan kaum wanita
Tuntutan berat tehadap tugas bidan adalah selalu berhadapan dengan sasaran dan target pelayanan kebidanan, KB dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan memperkuat kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan, dan sejumlahkeahlian yang diterima dan berguna bagi masyarakat. Konsekuensi logis dari semua itu karena kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan dan keahlian yang bermanfaat dan diterima oleh sebuah masyarakat itu senantiasa berubah. Maka untuk menghadapi masyarakat seperti itu seorang bidan harus mempersiapkansegenap kemampuan dan keahliannya untuk menghadapi segala bentuk perubahan. Proses dinamika masyarakat itulah yang menyebabkan bidan dapat menjai agen pembaharu yang mengambil peran besar, dan peran iniakan dapat dimainkan oleh bidan jik alasannya memang mendayagunakan secara optimal. Masalah ketenagaan atau bidan merupakan masalah besar yang dihadapi para pemimpin mengembangka sumber daya manusia itu ( bidan ) terutama pada saat bertugas di desa pada lingkungan yang memiliki kebudayaan yang sangat beragam ( Wahyuni;1996;158).



C. PRAKTIK BIDAN PROFESIONAL


Praktik kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberi pelayanan/ asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.


Standar Pelayanan Kebidanan meliputi 24 standar yang dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Standar Pelayanan Umum (2 standar)
  2. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
  3. Standar Pertolongan Persalinan (4 standar)
  4. Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
  5. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-Neonatal (9 standar)
Standar Pelayanan Umum


Terdapat dua standar pelayanan umum, yaitu:


Standar 1    Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Standar 2    Pencatatan
Standar Pelayanan Antenatal
Terdapat 6 standar pelayanan Antenatal, yaitu:
Standar 3    Identifikasi Ibu hamil
Standar 4    Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Standar 5    Palpasi Abdomen
Standar 6    Pengelolaan Anemia pada kehamilan
Standar 7    Pengelolaan dini Hipertensi pada kehamilan
Standar 8    Persiapan Persalinan
Standar Pertolongan Persalinan
Terdapat 4 standar pertolongan persalinan, yaitu:
Standar 9           Asuhan saat persalinan
Standar 10  Persalinan yang aman
Standar 11  Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat
Standar 12  Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Standar Pelayanan Nifas
Terdapat 3 standar pelayanan nifas, yaitu:
Standar 13  Perawatan bayi baru lahir
Standar 14  Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan
Standar 15  Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
Standar Penanganan Kegawatan Obstetri dan Neonatal
Terdapat 9 standar penanganan kegawatan obstetri dan neonatal, yaitu:
Standar 16  Penanganan perdarahan pada kehamilan
Standar 17  Penanganan kegawatan pada eklamsia
Standar 18   Penanganan kegawatan pada partus lama/ macet
Standar 19   Persalinan dengan penggunaan vakum ekstraktor
Standar 20   Penanganan retensi plasenta
Standar 21   Penanganan perdarahan pascapartum primer
Standar 22   Penanganan perdarahan pascapartum sekunder
Standar 23   Penanganan sepsis puerperalis
Standar 24   Penanganan asfiksia neonatarum.
Standar Nomenklator Diagnosis Kebidanan
  1. Diakui dan telah disahkan oleh profesi
  2. Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
  3. Memiliki ciri khas kebidanan
  4. Didukung oleh clinical judgement dalam praktik kebidanan
  5. Dapat diselesaikan dengan pendekatan penatalaksanaan kebidanan
Bidan dalam menyelenggarakan praktiknya harus:
  1. Memiliki tempat dan ruangan praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan
  2. Menyediakan tempat tidur untukm persalinan1 (satu), maksimal 5 tempat tidur
  3. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap( protap) yang berlaku.Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku
  1. Bidan yang menjalankan praktik harus mencantumkan Surat Izin Praktik Bidannya atau fotocopy izin praktiknya di ruang prakti, atau tempat yang mau dilihat
  2. bidan dalam praktiknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus mempekerjakan tenaga bidan yang lain yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
  3. Peralatan yang wajib dimiliki menjalankan praktik bidab sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan
  4. Dalam menjalankan tugas, bidan harus senantiasa mempertahankan dan meningkatkan ketrampilan profesinya antara lain dengan:
    1. Mengikuti perkembangan ilmupengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan
    2. Mengikuti kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik yang diselengarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi
    3. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktik agar tetap siap dan berfungsi dengan baik

Minggu, 10 Mei 2015

BAHAYA POLA ASUH JIKA TERLALU MENGATUR ANAK


Bahaya Pola Asuh 'Terlalu Mengatur' Terhadap Anak


Pada beberapa kasus yang ditemukan, cukup banyak orangtua yang memegang teguh pola asuh yang 'terlalu mengatur' pada anaknya. Selain itu, para orangtua yang menerapkan tipe pengaturan seperti ini mempercayai bahwa cara pengasuhan yang mereka terapkan pada anak-anaknya merupakan pola asuh yang paling tepat untuk mendidik anaknya menjadi anak yang baik dan penurut. Mereka juga meyakini bahwa dengan menjalankan pola asuh yang banyak memberikan aturan kepada anak, maka akan membentuk seorang anak menjadi pribadi yang taat aturan dan disiplin.
Hanya saja penting untuk diketahui bahwa pola pengasuhan anak yang serba mengatur seperti diatas akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi perkembangan mental anak. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sikap orang tua yang serba mengatur dan terlalu banyak memberikan batasan akan menyebabkan gangguan kepribadian terhadap anak yang membuat anak mudah merasa bersalah, tidak dapat menerima dan menghadapi perbedaan pendapat.
Selain itu, anak-anak yang berada dalam pola asuh seperti ini juga cenderung akan menampilkan sikap 'memusuhi' terhadap orang lain ketika berada pada situasi yang berbeda pendapat. Hal ini timbul sebagai dampak dari terlalu diatur dan terlalu dikekangnya segala hal dalam kehidupan anak oleh orangtuanya. Yang mana hal ini tentu saja akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak terutama di lingkungan sosialnya yang membuat anak kesulitan membangun relasi (hubungan) bersama dengan teman-teman sebayanya, terutama ketika anak beranjak dewasa. Selain itu, perilaku anak yang cenderung mengatur terhadap lingkungannya ketika ia dewasa nanti akan semakin besar.
Sebuah penelitian mengungkapkan, pola asuh yang terlalu mengekang dan mengatur yang diterapkan orangtua terhadap anaknya, akan lebih mungkin menggangu mentalnya yang membuat anak mengalami resiko depresi dan kesepian saat ia dewasa, meskipun ia telah mencoba bergabung atau dalam kondisi yang ramai.

Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini mungkin akan lebih mudah membuat anak menjadi seorang yang penurut dan baik. Namun sebenarnya, mereka tidak menikmati apa yang didapat dari orantuanya. Anak-anak juga cenderung tidak akan merasakan kehangatan dari interaksinya bersama dengan orangtua. Hal inilah yang pada akhirnya akan membuat anak akan mengalami kesulitan untuk menunjukan kehangatan saat berinteraksi dengan oranglain. Anak juga akan mengalami kesulitan dalam memutuskan masalah sendiri sebab kertegantungan mereka terhadap aturan dan pendapat orang lain. Tak saja itu, anak yang lahir dari pola asuh yang 'terlalu mengatur' lebih cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Nah, melihat dampak buruk yang timbulkan dari pola asuh seperti ini, tentu akan lebih bijak jika para orangtua tidak menerapkan pola asuh demikian. Namun ini bukan berarti para orangtua harus menerapkan pola asuh yang bebas atau tanpa peraturan. Hal ini juga tentunya tidak disarankan sebab akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja dan tak kenal aturan. Alangkah jauh lebih baik jika orangtua dapat menerapkan susana yang demokratis dan nyaman dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya.




KONSEP DASAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

KONSEP DASAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia pasti mengalami gangguan yang datang dari kontak sosial maupun yang lain. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan oleh para ilmuwan, dan akhirnya membuahkan ilmu psikologi yang membahas kejiwaan manusia.
       Dalam psikologi ada banyak macam ilmu, salah satunya adalah psikologi perkembangan. Psikologi perkembangan merupakan suatu cabang ilmu psikologi yang membahas perkembangan kejiwaan manusia dari prenatal sampai orang tua.
       Makalah yang tersusun ini adalah mencakup pengertian psikologi perkembangan, objek psikologi perkembangan, ruang lingkup psikologi perkembangan dan tujuan psikologi perkembangan.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Psikologi Perkembangan?
2.      Apa Objek Psikologi perkembangan?
3.      Apa ruang lingkup Psikologi perkembangan?
4.      Apa Tujuan psikologi perkembangan?



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Psikologi perkembangan
Psikologi perkembangan pada prinsipnya merupakan cabang dari psikologi. Psikologi sendiri merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu “psychology”. Istilah ini pada mulanya berasal dari kata dalam bahasa Yunani “psyche”, yang berarti roh, jiwa atau daya hidup, dan “logos” yang berarti Ilmu. Jadi, secara harfiah “psychology” berarti “ilmu jiwa.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organism menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (Maturation) yang berlangsung secara sitematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (Rohaniah).
Yang dimaksud dengan sistematis, progresif,  dan berkesinambungan adalah sebagai berikut:
1)      Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organism (fisik dan psikis) dan merupakan suatu kesatuan yang harmonis.
2)      Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis).
3)      Berkesinambungan, berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berkangsung secara beraturan atau berurutan, tidak terjadi secara kebetulan atau loncat-loncat.
Menurut Reni Akbar Hawadi, perkembangan secara luas menunjuk pada secara keseluruhan proses perubahan dan potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan cirri-ciri yang baru.dalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia, yang diawali dari saat pembuahan dan berakhir dengan kematian.
Beberapa definisi Psikologi perkembangan menurut beberapa Ahli:
1.      Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. knoers, dan Prof. Dr. Siti rahayu Haditoro dalam Psikologi Perkembangan adalah suatu Ilmu yang lebih mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang, dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.
2.      Menurut Dra. Kartini Kartono dalam psikologi anak: psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai masa dewasa.
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan tersebut kiranya dapat diambil pemahaman yang lebih sederhana tentang pengertian Psikologi Perkembangan Yakni  suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala-gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. 

B.  Objek Psikologi Perkembangan
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun, tidak dapat dibalik bahwa kumpulan pengetahuan itu adalah ilmu. Kumpulan pengetahuan dapat disebut ilmu apabila memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal.
Objek material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari, atau diselidikiatau suatu unsur  yang ditentukan, sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal yang konkret (misalnya kerohanian, nilai-nilai, ide-ide). Gerungan merinci Objek material pada fakta-fakta, gejala-gejala, atau pokok-pokok  yang nyata dipelajari dan diselidiki oleh ilmu pengetahuan.
Objek formal adalah cara memandang, meninjau yang dilakukan oleh seorang peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prnsip yang digunakannya. Jadi sudut dari mana objek material itu disoroti disebut objek formal. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa objek formallah yang membedakan antara ilmu yang satu dengan yang lain.
Jadi intinya, objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagi person. Disamping itu para psikolog juga tertarik akan masalah sampai seberapa jauhkah perkembangan masyarakatya. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus, dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia

C.  Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan
Jika dipahami secara cermat dari penjelasan pengertian tentang psikologi perkembangan sebagaimana telah dibeicarakan di muka, maka dapatlah dimengerti tentang ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi perkembangan merupakan:

a.       Cabang dari psikologi
b.      Objek pembahasannya ialah prilaku atau gejala jiwa seseorang
c.       Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa
Psikologi perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua yang mencakup :
1.   Psikologi Anak (mencakup masa bayi)
Sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan. Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah:
·        Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan.
·        Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
·        Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan.
·        Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut.
Dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun disebut dengan masa bayi. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan.
Setelah itu berlanjut dengan masa kanak-kanak. Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.
Kemudian akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual, dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah.
2.   Psikologi Puber dan Addolesensi (psikologi pemuda)
Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu umur 11,0 atau 12,0 sampai umur 15,0 atau 16,0.
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
·        Perubahan besarnya tubuh.
·        Perubahan proporsi tubuh.
·        Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
·        Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.
3.   Psikologi Orang Dewasa
Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan, masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21,0 sampai umur 40,0. Masa dewasa pertengahan, dari umur 40,0 sampai umur 60,0. dan masa akhir atau usia lanjut, dari umur 60,0 sampai mati.
Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas san penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Kemudian dilanjutkan dengan masa dewasa madya.
Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain:
·       Masa dewasa madya  merupakan periode yang ditakuti dilihat darin seluruh kehidupan manusia.
·        Masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.
·       Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Menurut Erikson, selama usia madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi).
·       Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial.
4.    Psikologi Orang Tua.
Usia lanjut atau usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati, yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Adapun gejala jiwa atau perilaku manusia dalam ruang lingkup lain, dibahas oleh psikolog-psikolog yang lebih bersifat khusus, yang secara ilmiah mendasarkan pada hasil penemuan-penemuan empiris antara lain:
-          Psikologi belajar
-          Psikologi industry
-          Psikologi remaja
-          Psikologi pendidikan
-          Psikologi klinis
-          Psikologi sosial
-          Psikologi lingkungan
-          Dan lain-lain.

Banyak sekali faedah atau kegunaannya seseorang mempelajari psikologi perkembangan dalam mendiskripsi, memahami serta meramalkan perilaku diri sendiri maupun orang lain. Terutama akan terasa sangat perlu penguasaan ilmu ini bagi seorang yang selalu mengadakan komunikasi dengan orang lain. Misalnya orang tua sebagai pemimpin keluarga, pendidika, dan lain sebagainya.
Faedah praktis mempelajari psikologi perkembangan yang dapat dikemukakan disini antara lain:
a.       Untuk memahami garis besar, pola umum perkembangan, dan pertumbuhan anak pada tiap-tiap fasenya.
b.      Dapat memunculkan sikap senang bergaul dengan orang lain terutama anak-anak, remaja, dengan penuh perhatian kepada mereka baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
c.       Dapat mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berperilaku yang selaras tingkat perkembangan orang lain.
d.      Khususnya bagi pendidik dapat memahami dan memberikan bimbingan kepada anak didiknya, sehingga proses pendidikan akan berjalan dengan sukses dalam mencapai tujuannya.

D.  Tujuan Psikologi Perkembangan
Menurut Mussen, canger dan Kagan, dewasa ini psikologi perkembangan lebih menitikberatkan pada usaha-usaha mengetahui sebab-sebab yang melandasi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan manusia, sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Oleh sebab itu tujuan psikologi perkembangan meliputi:
1.      Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang mempunyai ciri-ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.
2.      Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
3.      Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
4.      Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang, sepeti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-lain.
Sementara itu Elizabeth B. Hurlock menyebutkan enam tujuan psikologi perkembangan dewasa ini, yaitu:
1.      Menemukan perubahan-perubahan apakah yang terjadi pada usia yang umum dan yang khas dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari masing-masing periode perkembangan.
2.      Menemukan kapan perubahan-perubahan itu terjadi.
3.      Menemukan sebab-sebabnya.
4.      Menemukan bagaimana perubahan itu mempengaruhi perilaku.
5.      Menemukan dapat atau tidaknya perubahan-perubahan itu diramalkan.
6.      Menemukan apakah perubahan itu bersifat individual atau universal.


KESIMPULAN
Psikologi Perkembangan ialah suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala-gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagi person. Disamping itu para psikolog juga tertarik akan masalah sampai seberapa jauhkah perkembangan masyarakatya. Maka dapatlah dimengerti tentang ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi perkembangan merupakan: Cabang dari psikologi; Objek pembahasannya ialah prilaku atau gejala jiwa seseorang; Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa.
Dan psikologi perkembangan juga mempunyai tujuan yaitu: Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang mempunyai ciri-ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja; Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu; Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda; Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang, sepeti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-lain.





DAFTAR PUSTAKA
Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007.
Yusuf, Syamsu LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2005.
Ahmadi, Abu dan Shaleh Munawar, Psikologi Perkembangan Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005.
Sastropoetro, Pendapat publik, Pendapat Umum, dan Disiplin dalam Pendapat Khalayak dalam Komunikasi Sosial, Bandung: Remadja Karya, 1987.
Sobur, Alex, Psikologi umum, Bandung: Pustaka Setia, 2003.
Muchow, H.H. jugend und Zeitsgest. Hamburg: Rowoholt: 1962
.

DEFINISI INTERNASIONAL BIDAN

0

DEFINISI INTERNASIONAL BIDAN

Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan kebidanan, yang seharusnya diakui di negaratempatnyan berada, berhasil menjalankan program studinya di bidang kebidanan dan memenuhi kualifikasiyang diperlukan untuk dapat terdaftar dan/ atau izin resmi untuk melakukan praktek kebidanan.
Ia harus dapat memberikan supervise, perawatan dan saran yang diperlukan kepada ibu selama periode kehamilan, persalinan dan pascapartum, membantu kelahiran sebagai tanggung jawabnya, dan merawat bayi serta bayi baru lahir. Perawatan ini mencakup tindakan preventif, deteksi keadaan abnormal pada ibu dan anak, upaya mendapatkan bantuan medis dan pelaksanaan tindakan kedaruratan bila bantuan medis tidak tersedia. Bidan memiliki tugas penting dalam hal konseling dan penyuluhan kesehatan tidak hanya bagi ibu tetapi juga keluarga dan komonitas, tugas tersebut harus meliputi penyuluhan antenatal dan persiapan menjadi orang tua dan dikembangkan sampai area tertentu, sepeti: ginekologi, keluarga berencana dan perawat anak. Bidan bias praktek dirumahsakit, klinik, unit kesehatan, di rumah dan layanan lainnya.


B. PROFESI DAN PROFESIONAL BIDAN


Secara umum, profesi merupakan pekerjaan yang memiliki pengetahuan khusus, melaksanakan peranan bermutu, melaksanakan cara yang disepakati, merupakan ideologi, terikat pada kesetiaan yang diyakini dan melalui pendidikan perguruan tinggi. Profesi sebagai suatu pekerjaan dalam melaksanakan tugasnya memerlukan tehnik dan prosedur, dedikasi, sert peluang lapngan pekerjaan yang berorientasi pada pelayanan, memiliki kode etik yang mengarah pada orang atau subyek. (Atik Purwandari;2008)
Profesi dapat pula diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya. Keahlian tadi diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (inservice training)(Djam’an Satori, dkk;2008;1,5).
2
Mengenai ciri-ciri jabatan tersebut sebagai profesi, beberapa ciri-ciri yang di berikan adalah sebagaimana diuraikan oleh Atik Purwandari meliputi:
  1. Bersifat unik
  2. Dikembangkan dengan teliti
  3. Mempunyai wadah organisasi
  4. Pekerjaan yang mempunyai kode etik
  5. pekerjaan yang mendapat imbalan jasa
  6. pekerjaan yang dilaksanakan olehorang yang memiliki profesi tersebut
Menurut Djam’an Satori, dkk cirri-ciri profesi adalah sebagai berikut:
  1. Ada standar untuk kerja yang baku dan jelas
  2. Ada lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan pelakunya dengan program dan jenjang pendidikan yang baku
  3. Ada organinisasi profesi yang mewadahi para pelakunya
  4. Ada etika dan kode etik yang mengatur pelaku etikpara anggotanya dalam memperlakukan kliennya
  5. Ada sitem imbalan jasa pelayanan yang adil dan baku
  6. Ada pengakuan masyarakat terhadap pekerjaan itu sebagai profesi
Ciri-ciri profesi lainnya menurutOmstein dan Levine adalah:
  1. Melayani masyarakat, merupakan karier yang dilaksanakan sepanjang hayat
  2. Memerlukan bidang ilmu dan ketrampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai
  3. Menggunakan hasil, penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek
  4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
  5. Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( memerlukan izin tertentu)
  6. Otonomi dalam mengambil keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu
  7. menerima tanggung jawab terhadapkeputusan yang diambil dan untuk kerja yang ditampilkan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
  8. mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan yang diberikan
  9. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya

3
11. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok elite untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya
12. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
13. mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari public dan kepercayaan dari setiap anggotanya
14. Mempunyai status social dan ekonomi yang tinggi ( bila dibanding dengan jabatan lain)
Pengertian profesional menunjuk 2 hal, yaitu orang yang menyandang suatu profesi dan penampilanseseorang dalam melakukan pekerjaannyayang sesui dengan profesinya. Dalamm pengertian kedua ini, istilah professional dikontraskan dengan “nonprofessional” atau “amatir”. Dalam kegiatan sehari-hari orang professional melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, jadi tidak asal tahu saja. Selanjutnya Walter Johnson(1956) mengartikan petugas professional sebagai “….seseorang yang menampilkan suatu tugas khusus yang memiliki tingkat kesulitan lebih dari biasa dan mempersyaratkan waktu persiapan dan pendidikan cukup lama untuk menghasilkan pencapaian kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan yang berkadar tinggi”(Djam’an Satori,dkk;2008)
Profesional juga dapat diartikan sebagai pemberi pelayanan sesui dengan ilmu yang dimiliki dan manusiawi secara penuh/utuh tanpa mementingkan kepentingan pribadi melainkan mementingkan kepentingan klien serta menghargai klien sebagaimana menghargai diri sendiri.


Seorang anggota profesi dan melakukan pekerjaannya haruslah professional. Setiap anggota profesi baik secara sendiri-sendiri atau dengan cara bersama melalui wadah organisasi profesi dapat belajar, untuk mendalami pekerjaan yang sedang disandangnya dan belajar dari masyarakat apa yang menjadi kebutuhan mereka saat ini dan saat yang akan datang sehingga pelayanan kepada pemakai ( klien) akan semakin meningkat


Bidan adalah salah satu profesi tertua. Bidan terlahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan bayinya sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan bekerja berdasarkan filosifi yang dianut keilmuan, metode kerja, standar praktek, pelayanan dan kode etik profesi yang dimiliki. Suatu jabatan profesi yang disandang oleh anggota profesi tentu mempunyai
ciri-ciri yang mampu menunjukkan sebagai jabatan yang professional.


 Ciri-ciri jabatan professional adalah:
  1. Pelakunya secara nyata dituntu cakap dalam bekerja, memiliki keahlian sebagai tugaskhusus serta tuntutan jenis jabatannya (cenderung spesialis)
  2. Kecakapan atau keahlian seorang pekerja professional bukan hasil pembiasaan atau latihan rutinyang terkondisi, tetapi perlu memiliki wawasan keilmuan yang mantap. Jabatan professional menuntut pendidikan.
  3. Pekerja professional dituntu berwawasan luas sehingga pilihan jabatan atau kerjanya harus disadari dengan nilai-nilai tertentu sesuai jabatan profesinya. Pekerja professional bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, bermotivasi danberusaha berkarya sebaik baiknya.
  4. Jabatan professional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat atau negaranya. Jabatan professional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya. Ini menjamin kepantasan berkaryadan sekaligus merupakan tanggung jawab professional.
Bidan sebagai tenaga professional termasuk rumpun kesehatan. Untuk menjadi jabatan professional, bidan harus mampu menunjukkan ciri-ciri jabatan professional, yaitu:
  1. Memberi pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
  2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan masyarakat
  4. Mempunyai peran dan fungsi yang jelas
  5. Mempunyai kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah
  6. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
  7. Memiliki kode etik bidab
  8. Memiliki etika bidan
  9. Memiliki standar pelayanan
10. Memiliki standar praktek
11. Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan mengembangkan profesi sebagai kebutuhan masyarakat.
12. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi
Sebagai bidan professional, selain memiliki syarat-syarat jabatan professional bidan juga dituntut memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
  1. Menjaga agar pengrtahuannya tetap up to date terus mengembangkan ketrampilan dan kemahiran agar bertambah luas serta mencakup semua aspek peran seorang bidan
  2. Mengenali batas-batas pengetahuan, ketrampilan pribadinya dan tidak berupaya melampaui wewenangnya dalam praktek klinik
  3. Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan serta konsekuensi dari keputusan tersebut
  4. Berkomunikasi dengan pekerja kesehatan lainnya (bidan, dokter dan perawat) dengan rasa hormat dan martabat
  5. Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit pendukung untuk memastikan system rujukan yang optimal
  6. Melaksanakan kegiatan pemantauan mutu yang mencakup penilaian sejawat, pendidikan berkesinambungan, mengkaji ualang kasus audit maternal/ perinatal
  7. Bekerjasama dengan  masyarakat tempat bidan praktek, Meningkatkan akses dan mutu asuhan kebidanan
  8. Menjadi bagian dari upaya meningkatkan status wanita, kondisi hidup mereka dan menghilangkan praktek kultur yang sudah terbukti merugikan kaum wanita
Tuntutan berat tehadap tugas bidan adalah selalu berhadapan dengan sasaran dan target pelayanan kebidanan, KB dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan memperkuat kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan, dan sejumlahkeahlian yang diterima dan berguna bagi masyarakat. Konsekuensi logis dari semua itu karena kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan dan keahlian yang bermanfaat dan diterima oleh sebuah masyarakat itu senantiasa berubah. Maka untuk menghadapi masyarakat seperti itu seorang bidan harus mempersiapkansegenap kemampuan dan keahliannya untuk menghadapi segala bentuk perubahan. Proses dinamika masyarakat itulah yang menyebabkan bidan dapat menjai agen pembaharu yang mengambil peran besar, dan peran iniakan dapat dimainkan oleh bidan jik alasannya memang mendayagunakan secara optimal. Masalah ketenagaan atau bidan merupakan masalah besar yang dihadapi para pemimpin mengembangka sumber daya manusia itu ( bidan ) terutama pada saat bertugas di desa pada lingkungan yang memiliki kebudayaan yang sangat beragam ( Wahyuni;1996;158).



C. PRAKTIK BIDAN PROFESIONAL


Praktik kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberi pelayanan/ asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.


Standar Pelayanan Kebidanan meliputi 24 standar yang dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Standar Pelayanan Umum (2 standar)
  2. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
  3. Standar Pertolongan Persalinan (4 standar)
  4. Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
  5. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-Neonatal (9 standar)
Standar Pelayanan Umum


Terdapat dua standar pelayanan umum, yaitu:


Standar 1    Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Standar 2    Pencatatan
Standar Pelayanan Antenatal
Terdapat 6 standar pelayanan Antenatal, yaitu:
Standar 3    Identifikasi Ibu hamil
Standar 4    Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Standar 5    Palpasi Abdomen
Standar 6    Pengelolaan Anemia pada kehamilan
Standar 7    Pengelolaan dini Hipertensi pada kehamilan
Standar 8    Persiapan Persalinan
Standar Pertolongan Persalinan
Terdapat 4 standar pertolongan persalinan, yaitu:
Standar 9           Asuhan saat persalinan
Standar 10  Persalinan yang aman
Standar 11  Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat
Standar 12  Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Standar Pelayanan Nifas
Terdapat 3 standar pelayanan nifas, yaitu:
Standar 13  Perawatan bayi baru lahir
Standar 14  Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan
Standar 15  Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
Standar Penanganan Kegawatan Obstetri dan Neonatal
Terdapat 9 standar penanganan kegawatan obstetri dan neonatal, yaitu:
Standar 16  Penanganan perdarahan pada kehamilan
Standar 17  Penanganan kegawatan pada eklamsia
Standar 18   Penanganan kegawatan pada partus lama/ macet
Standar 19   Persalinan dengan penggunaan vakum ekstraktor
Standar 20   Penanganan retensi plasenta
Standar 21   Penanganan perdarahan pascapartum primer
Standar 22   Penanganan perdarahan pascapartum sekunder
Standar 23   Penanganan sepsis puerperalis
Standar 24   Penanganan asfiksia neonatarum.
Standar Nomenklator Diagnosis Kebidanan
  1. Diakui dan telah disahkan oleh profesi
  2. Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
  3. Memiliki ciri khas kebidanan
  4. Didukung oleh clinical judgement dalam praktik kebidanan
  5. Dapat diselesaikan dengan pendekatan penatalaksanaan kebidanan
Bidan dalam menyelenggarakan praktiknya harus:
  1. Memiliki tempat dan ruangan praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan
  2. Menyediakan tempat tidur untukm persalinan1 (satu), maksimal 5 tempat tidur
  3. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap( protap) yang berlaku.Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku
  1. Bidan yang menjalankan praktik harus mencantumkan Surat Izin Praktik Bidannya atau fotocopy izin praktiknya di ruang prakti, atau tempat yang mau dilihat
  2. bidan dalam praktiknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus mempekerjakan tenaga bidan yang lain yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
  3. Peralatan yang wajib dimiliki menjalankan praktik bidab sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan
  4. Dalam menjalankan tugas, bidan harus senantiasa mempertahankan dan meningkatkan ketrampilan profesinya antara lain dengan:
    1. Mengikuti perkembangan ilmupengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan
    2. Mengikuti kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik yang diselengarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi
    3. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktik agar tetap siap dan berfungsi dengan baik

BAHAYA POLA ASUH JIKA TERLALU MENGATUR ANAK

0


Bahaya Pola Asuh 'Terlalu Mengatur' Terhadap Anak


Pada beberapa kasus yang ditemukan, cukup banyak orangtua yang memegang teguh pola asuh yang 'terlalu mengatur' pada anaknya. Selain itu, para orangtua yang menerapkan tipe pengaturan seperti ini mempercayai bahwa cara pengasuhan yang mereka terapkan pada anak-anaknya merupakan pola asuh yang paling tepat untuk mendidik anaknya menjadi anak yang baik dan penurut. Mereka juga meyakini bahwa dengan menjalankan pola asuh yang banyak memberikan aturan kepada anak, maka akan membentuk seorang anak menjadi pribadi yang taat aturan dan disiplin.
Hanya saja penting untuk diketahui bahwa pola pengasuhan anak yang serba mengatur seperti diatas akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi perkembangan mental anak. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sikap orang tua yang serba mengatur dan terlalu banyak memberikan batasan akan menyebabkan gangguan kepribadian terhadap anak yang membuat anak mudah merasa bersalah, tidak dapat menerima dan menghadapi perbedaan pendapat.
Selain itu, anak-anak yang berada dalam pola asuh seperti ini juga cenderung akan menampilkan sikap 'memusuhi' terhadap orang lain ketika berada pada situasi yang berbeda pendapat. Hal ini timbul sebagai dampak dari terlalu diatur dan terlalu dikekangnya segala hal dalam kehidupan anak oleh orangtuanya. Yang mana hal ini tentu saja akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak terutama di lingkungan sosialnya yang membuat anak kesulitan membangun relasi (hubungan) bersama dengan teman-teman sebayanya, terutama ketika anak beranjak dewasa. Selain itu, perilaku anak yang cenderung mengatur terhadap lingkungannya ketika ia dewasa nanti akan semakin besar.
Sebuah penelitian mengungkapkan, pola asuh yang terlalu mengekang dan mengatur yang diterapkan orangtua terhadap anaknya, akan lebih mungkin menggangu mentalnya yang membuat anak mengalami resiko depresi dan kesepian saat ia dewasa, meskipun ia telah mencoba bergabung atau dalam kondisi yang ramai.

Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini mungkin akan lebih mudah membuat anak menjadi seorang yang penurut dan baik. Namun sebenarnya, mereka tidak menikmati apa yang didapat dari orantuanya. Anak-anak juga cenderung tidak akan merasakan kehangatan dari interaksinya bersama dengan orangtua. Hal inilah yang pada akhirnya akan membuat anak akan mengalami kesulitan untuk menunjukan kehangatan saat berinteraksi dengan oranglain. Anak juga akan mengalami kesulitan dalam memutuskan masalah sendiri sebab kertegantungan mereka terhadap aturan dan pendapat orang lain. Tak saja itu, anak yang lahir dari pola asuh yang 'terlalu mengatur' lebih cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Nah, melihat dampak buruk yang timbulkan dari pola asuh seperti ini, tentu akan lebih bijak jika para orangtua tidak menerapkan pola asuh demikian. Namun ini bukan berarti para orangtua harus menerapkan pola asuh yang bebas atau tanpa peraturan. Hal ini juga tentunya tidak disarankan sebab akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja dan tak kenal aturan. Alangkah jauh lebih baik jika orangtua dapat menerapkan susana yang demokratis dan nyaman dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya.




KONSEP DASAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

0

KONSEP DASAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia pasti mengalami gangguan yang datang dari kontak sosial maupun yang lain. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan oleh para ilmuwan, dan akhirnya membuahkan ilmu psikologi yang membahas kejiwaan manusia.
       Dalam psikologi ada banyak macam ilmu, salah satunya adalah psikologi perkembangan. Psikologi perkembangan merupakan suatu cabang ilmu psikologi yang membahas perkembangan kejiwaan manusia dari prenatal sampai orang tua.
       Makalah yang tersusun ini adalah mencakup pengertian psikologi perkembangan, objek psikologi perkembangan, ruang lingkup psikologi perkembangan dan tujuan psikologi perkembangan.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Psikologi Perkembangan?
2.      Apa Objek Psikologi perkembangan?
3.      Apa ruang lingkup Psikologi perkembangan?
4.      Apa Tujuan psikologi perkembangan?



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Psikologi perkembangan
Psikologi perkembangan pada prinsipnya merupakan cabang dari psikologi. Psikologi sendiri merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu “psychology”. Istilah ini pada mulanya berasal dari kata dalam bahasa Yunani “psyche”, yang berarti roh, jiwa atau daya hidup, dan “logos” yang berarti Ilmu. Jadi, secara harfiah “psychology” berarti “ilmu jiwa.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organism menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (Maturation) yang berlangsung secara sitematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (Rohaniah).
Yang dimaksud dengan sistematis, progresif,  dan berkesinambungan adalah sebagai berikut:
1)      Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organism (fisik dan psikis) dan merupakan suatu kesatuan yang harmonis.
2)      Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis).
3)      Berkesinambungan, berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berkangsung secara beraturan atau berurutan, tidak terjadi secara kebetulan atau loncat-loncat.
Menurut Reni Akbar Hawadi, perkembangan secara luas menunjuk pada secara keseluruhan proses perubahan dan potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan cirri-ciri yang baru.dalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia, yang diawali dari saat pembuahan dan berakhir dengan kematian.
Beberapa definisi Psikologi perkembangan menurut beberapa Ahli:
1.      Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. knoers, dan Prof. Dr. Siti rahayu Haditoro dalam Psikologi Perkembangan adalah suatu Ilmu yang lebih mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang, dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.
2.      Menurut Dra. Kartini Kartono dalam psikologi anak: psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai masa dewasa.
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan tersebut kiranya dapat diambil pemahaman yang lebih sederhana tentang pengertian Psikologi Perkembangan Yakni  suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala-gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. 

B.  Objek Psikologi Perkembangan
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun, tidak dapat dibalik bahwa kumpulan pengetahuan itu adalah ilmu. Kumpulan pengetahuan dapat disebut ilmu apabila memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal.
Objek material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari, atau diselidikiatau suatu unsur  yang ditentukan, sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal yang konkret (misalnya kerohanian, nilai-nilai, ide-ide). Gerungan merinci Objek material pada fakta-fakta, gejala-gejala, atau pokok-pokok  yang nyata dipelajari dan diselidiki oleh ilmu pengetahuan.
Objek formal adalah cara memandang, meninjau yang dilakukan oleh seorang peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prnsip yang digunakannya. Jadi sudut dari mana objek material itu disoroti disebut objek formal. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa objek formallah yang membedakan antara ilmu yang satu dengan yang lain.
Jadi intinya, objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagi person. Disamping itu para psikolog juga tertarik akan masalah sampai seberapa jauhkah perkembangan masyarakatya. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus, dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia

C.  Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan
Jika dipahami secara cermat dari penjelasan pengertian tentang psikologi perkembangan sebagaimana telah dibeicarakan di muka, maka dapatlah dimengerti tentang ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi perkembangan merupakan:

a.       Cabang dari psikologi
b.      Objek pembahasannya ialah prilaku atau gejala jiwa seseorang
c.       Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa
Psikologi perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua yang mencakup :
1.   Psikologi Anak (mencakup masa bayi)
Sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan. Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah:
·        Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan.
·        Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
·        Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan.
·        Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut.
Dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun disebut dengan masa bayi. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan.
Setelah itu berlanjut dengan masa kanak-kanak. Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.
Kemudian akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual, dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah.
2.   Psikologi Puber dan Addolesensi (psikologi pemuda)
Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu umur 11,0 atau 12,0 sampai umur 15,0 atau 16,0.
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
·        Perubahan besarnya tubuh.
·        Perubahan proporsi tubuh.
·        Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
·        Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.
3.   Psikologi Orang Dewasa
Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan, masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21,0 sampai umur 40,0. Masa dewasa pertengahan, dari umur 40,0 sampai umur 60,0. dan masa akhir atau usia lanjut, dari umur 60,0 sampai mati.
Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas san penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Kemudian dilanjutkan dengan masa dewasa madya.
Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain:
·       Masa dewasa madya  merupakan periode yang ditakuti dilihat darin seluruh kehidupan manusia.
·        Masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.
·       Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Menurut Erikson, selama usia madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi).
·       Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial.
4.    Psikologi Orang Tua.
Usia lanjut atau usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati, yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Adapun gejala jiwa atau perilaku manusia dalam ruang lingkup lain, dibahas oleh psikolog-psikolog yang lebih bersifat khusus, yang secara ilmiah mendasarkan pada hasil penemuan-penemuan empiris antara lain:
-          Psikologi belajar
-          Psikologi industry
-          Psikologi remaja
-          Psikologi pendidikan
-          Psikologi klinis
-          Psikologi sosial
-          Psikologi lingkungan
-          Dan lain-lain.

Banyak sekali faedah atau kegunaannya seseorang mempelajari psikologi perkembangan dalam mendiskripsi, memahami serta meramalkan perilaku diri sendiri maupun orang lain. Terutama akan terasa sangat perlu penguasaan ilmu ini bagi seorang yang selalu mengadakan komunikasi dengan orang lain. Misalnya orang tua sebagai pemimpin keluarga, pendidika, dan lain sebagainya.
Faedah praktis mempelajari psikologi perkembangan yang dapat dikemukakan disini antara lain:
a.       Untuk memahami garis besar, pola umum perkembangan, dan pertumbuhan anak pada tiap-tiap fasenya.
b.      Dapat memunculkan sikap senang bergaul dengan orang lain terutama anak-anak, remaja, dengan penuh perhatian kepada mereka baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
c.       Dapat mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berperilaku yang selaras tingkat perkembangan orang lain.
d.      Khususnya bagi pendidik dapat memahami dan memberikan bimbingan kepada anak didiknya, sehingga proses pendidikan akan berjalan dengan sukses dalam mencapai tujuannya.

D.  Tujuan Psikologi Perkembangan
Menurut Mussen, canger dan Kagan, dewasa ini psikologi perkembangan lebih menitikberatkan pada usaha-usaha mengetahui sebab-sebab yang melandasi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan manusia, sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Oleh sebab itu tujuan psikologi perkembangan meliputi:
1.      Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang mempunyai ciri-ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.
2.      Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
3.      Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
4.      Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang, sepeti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-lain.
Sementara itu Elizabeth B. Hurlock menyebutkan enam tujuan psikologi perkembangan dewasa ini, yaitu:
1.      Menemukan perubahan-perubahan apakah yang terjadi pada usia yang umum dan yang khas dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari masing-masing periode perkembangan.
2.      Menemukan kapan perubahan-perubahan itu terjadi.
3.      Menemukan sebab-sebabnya.
4.      Menemukan bagaimana perubahan itu mempengaruhi perilaku.
5.      Menemukan dapat atau tidaknya perubahan-perubahan itu diramalkan.
6.      Menemukan apakah perubahan itu bersifat individual atau universal.


KESIMPULAN
Psikologi Perkembangan ialah suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala-gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagi person. Disamping itu para psikolog juga tertarik akan masalah sampai seberapa jauhkah perkembangan masyarakatya. Maka dapatlah dimengerti tentang ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi perkembangan merupakan: Cabang dari psikologi; Objek pembahasannya ialah prilaku atau gejala jiwa seseorang; Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa.
Dan psikologi perkembangan juga mempunyai tujuan yaitu: Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang mempunyai ciri-ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja; Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu; Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda; Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang, sepeti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-lain.





DAFTAR PUSTAKA
Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007.
Yusuf, Syamsu LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2005.
Ahmadi, Abu dan Shaleh Munawar, Psikologi Perkembangan Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005.
Sastropoetro, Pendapat publik, Pendapat Umum, dan Disiplin dalam Pendapat Khalayak dalam Komunikasi Sosial, Bandung: Remadja Karya, 1987.
Sobur, Alex, Psikologi umum, Bandung: Pustaka Setia, 2003.
Muchow, H.H. jugend und Zeitsgest. Hamburg: Rowoholt: 1962
.

I love Purple

Terimakasih Anda Penyimak Yang baik Ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Post Popular